Saturday, March 21, 2015

Inilah Prosedur Tes DNA di Laboratorium

Dalam banyak kasus pada peristiwa kecelakaan, seperti pada kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang lalu, banyak jenazah yang harus melampaui pemeriksaan DNA terlebih dahulu untuk mengetahui identitasnya.

Apa sajakah yang dilakukan saat periksaan DNA di laboratorium?

1. Isolasi atau Ekstraksi 
Sampel DNA yang telah dikumpulkan berupa rambut, darah, gigi, atau tulang diekstraksi terlebih dulu melalui beberapa tahap, di antaranya lisis dan centrifuse. Jika sumber DNA banyak, maka akan terbentuk seperti untaian benang. Hasil akhir ekstraksi berupa cairan.

2. Real Time PCR (Polymerace Chain Reaction) 
Setelah ekstraksi, dilakukan Real Time PCR (Polymerace Chain Reaction) atau biasa juga disebut tahap konfirmasi. Di sini, akan dideteksi apakah sampel yang sudah diekstraksi mengandung DNA yang dibutuhkan. Minimal dibutuhkan kurang lebih 50 nanogram sampel DNA untuk tahap selanjutnya. Bila jumlah sampel tidak mencukupi, maka akan dicari sampel DNA yang lainnya.

3. PCR (Polymerace Chain Reaction) Konvensional
Pada tahap ini, dilakukan penggandaan atau memperbanyak DNA. PCR Konvensional melibatkan reaksi enzimatis dan perubahan suhu.

4. Elektroforesis 
Pada tahap ini, fragmen DNA akan dipisahkan sesuai ukuran molekul dengan menggunakan matriks gel dan memanfaatkan arus listrik. Tujuannya untuk mengetahui ada atau tidaknya DNA target.

5. Genotyping (Pemetaan Genetik) 
Di tahap ini, dilakukan penentuan genotip (profil DNA) dari sampel. Sampel dimasukkan ke dalam mesin genetic analyzer kemudian nanti bisa terlihat urutan basa DNA (DNA sequencing).

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons