Wednesday, October 1, 2014

Serangga Lebih Sehat dari Burger


Apakah Anda penyuka Burger? Berapa kali dalam seminggu Anda menyantap burger? Tapi tahukah Anda berapa kalori yang terkandung dalam burger?

Umumnya, daging yang digunakan dalam burger biasanya tinggi lemak, sedangkan mayonais yang digunakan juga merupakan sumber lemak, sementara sayurannya sedikit.

Beberapa pakar kesehatan bahkan ‘berteriak’ untuk melupakan burger dan beralih saja ke serangga karena serangga lebih menyehatkan.

Di beberapa negara, misalnya di Mexico, Anda akan sering menjumpai menu belalang cabe panggang di pusat jajanan. Di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, Anda juga akan banyak menemui pusat oleh-oleh khas Jogja yang menjual belalang goreng yang dikemas dalam berbagai macam ukuran wadah dan rasa.


Beberapa pakar bahkan memprediksi, secara perlahan, serangga akan menghiasi gerai-gerai makanan di Amerika dan Eropa.

Apa yang menyebabkan serangga layak untuk dikonsumsi?

Pertama, dari laporan The Economist, ada lebih dari 2000 serangga yang layak untuk dikonsumsi. Serangga-serangga tersebut kaya akan protein, kalsium, serat, zat besi, dan seng. Satu porsi kecil belalang, mengandung jumlah protein setara dengan satu potong daging sapi. Namun serangga memiliki kalori dan lemak jauh lebih sedikit.

Kedua, cara mengolahnya cukup mudah dan murah. Hanya diperlukan sedikit teknologi untuk mengolah serangga-serangga tersebut hingga dapat dinikmati.

Ketiga, serangga lebih ramah lingkungan dibanding dengan ternak. Produksi daging ternak diyakini menyumbangkan seperlima dari seluruh emisi gas rumah kaca. Sebaliknya produksi serangga, ia menghasilkan gas rumah kaca relatif lebih kecil.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons