Sunday, August 10, 2014

Mengenal Virus Ebola


Virus Ebola kembali menjadi perhatian dunia setelah dalam beberapa bulan ini telah merenggut nyawa lebih dari 900 orang. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa penyebaran virus yang saat ini merebak di Afrika Barat ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 1.600 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone telah terinfeksi virus ini. Lantas apa sebenarnya virus ebola tersebut dan bagaimanakah virus ini dapat menyebar?

Virus Ebola digambarkan sebagai virus demam berdarah Ebola (Ebola Haemmorhagic Fever) dengan masa inkubasi 8-21 hari.

The National Institutes of Health mencatat hampir 90 persen orang yang terinfeksi virus ebola, meninggal dunia. Virus ini mewabah di beberapa negara Afrika seperti Republik Demokratik Kongo, Gabon, Sudan, Pantai Gading, dan Uganda.

Virus ini dinamai Ebola (Ebola adalah nama sungai di Republik Demokratik Kongo, dulu Zaire), karena virus ini pertama kali terjadi pada tahun 1976 di Zaire.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat, umumnya gejala muncul sekitar delapan hingga 10 hari setelah seseorang terpapar virus dengan gejala awal pusing, demam, nyeri, lemas, sakit tenggorokan, terkadang muncul ruam-ruam di tubuh penderita. Gejala awal ini bisa menyerupai gejala pada penyakit seperti malaria, demam tifoid, atau meningitis. Gejala tersebut kemudian diikuti dengan diare dan muntah-muntah.

Kemudian, virus ebola menyerang secara mengerikan. Penderita mengalami muntah darah atau kencing darah. Selain itu, keluar darah dari kulit, mata, atau mulut penderita. Namun, bukan ini yang menyebabkan penderita meninggal, melainkan ketika pembuluh darah di dalam tubuh mengeluarkan cairan. Hal ini menyebabkan tekanan darah menurun secara tajam sehingga hati, ginjal, jantung, dan organ lainnya berhenti bekerja.

Seseorang tidak dapat dengan serta merta tertular virus ebola seperti penularan influenza. Virus ebola tertular melalui kontak langsung oleh cairan tubuh penderita seperti air liur, lendir, sperma, dan jaringan tubuh penderita yang terkena mata, hidung, atau mulut orang lain.

Selain itu, penularan virus ebola juga bisa terjadi melalui binatang yang rawan terinfeksi, seperti gorila, simpanse, monyet, dan kelelawar buah.

Virus ebola juga diketahui dapat bertahan di permukaan benda. Maka dari itu, benda apa pun yang terkontaminasi dengan cairan tubuh penderita, seperti sarung tangan karet ataupun jarum suntik, dapat menjadi media penularan virus tersebut.

Berdasarkan data WHO, hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Pasien yang terinfeksi penyakit hanya dapat dirawat melalui terapi, dan beberapa perawatan intensif seperti menyeimbangkan cairan pasien, menjaga tekanan darah dan kadar oksigen, serta menjaga mereka dari hal yang dapat menimbulkan penularan infeksi.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons