Friday, August 29, 2014

Apa Itu Penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)?


Belakangan ini sedang booming Ice Bucket Challenge di seluruh dunia yang tujuannya untuk menggalang dana guna membantu penanggulangan penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Apa sebenarnya penyakit ALS ini?

Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) adalah suatu penyakit penurunan fungsi saraf motorik yang progresif, atau makin lama makin luas dan buruk.

Saraf pada otot motorik atau pergerakan, mulai dari otak ke sumsum tulang belakang lalu ke otot, mengalami degenerasi atau penuaan. Akibatnya, otot motorik atau otot lurik yang berfungsi sebagai pergerakan tidak dapat menerima perintah otak.

Penyakit ALS menyerang neuron yang mengendalikan otot lurik. Neuron motorik terletak di dalam otak, batang otak dan sumsum tulang dan berfungsi sebagai unit pengendali dan komunikasi yang menghubungkan sistem saraf dengan otot lurik. Sinyal motorik yang dibawa neurotransmiter dari neuron motorik di dalam otak, yang dikenal sebagai "neuron motorik atas", diteruskan ke neuron motorik pada sumsum tulang, yang dikenal sebagai "neuron motorik bawah", dan diteruskan lebih lanjut ke otot lurik.

Pada ALS, terjadi degenerasi sel saraf, sehingga tidak terjadi transmisi molekul neurotransmiter dari otak menuju ke otot, dan mengakibatkan disfungsi otot, sehingga otot menjadi lemah. Otot motorik atau otot lurik yang berfungsi sebagai pergerakan tidak dapat menerima perintah otak.

 Menurut penelitian, hingga kini 90% penyebab ALS belum bisa diketahui, sedangkan 10% penyebabnya adalah faktor genetis dan lingkungan.

ALS rata-rata terdiagnosis di usia 40-50 tahun dan paling banyak dijumpai pada pria. Penyakit ini juga dapat diturunkan, meskipun belum jelas peningkatan risikonya bila memiliki keturunan ALS. Pasalnya, penurunan ALS belum tentu berasal dari orangtua, tetapi bisa juga dari keturunan generasi sebelumnya.

ALS terbilang mematikan karena jika tidak diobati sejak terdiagnosis, kemungkinan seseorang untuk bertahan hidup hanya sekitar tiga tahun. Namun, bila diobati, perjalanan penyakit bisa lebih lama. Meski demikian, hingga saat ini pengobatan hanya mengatasi gejalanya, bukan untuk menyembuhkan penyakit.

Gejala ALS bisa terlihat dari hal tertentu, misalnya gelas terjatuh ketika dipegang, atau lemah berjalan. Bila terkena saraf menelan, maka penderita akan sulit menelan, tersedak, dan hilang refleks batuk. Dapat terjadi kram otot atau kejang otot terus-menerus (fasikulasi), hingga suatu saat tidak hanya lemah kaki dan tangan, tapi juga perubahan suara sampai sulit berbicara. Bahkan, bila terkena saraf yang berperan untuk bernapas, maka penderita akan sesak napas sehingga terpaksa menggunakan alat bantu napas.

Di Indonesia sendiri kasus penyakit ALS masih terbilang langka. Meskipun belum ada data jelas terkait penyakit ini, tetapi diperkirakan prevalensinya kurang dari 2 per-100.000 penduduk yang didiagnosis setiap tahunnya.

Meskipun penyakit ini terbilang cukup mematikan namun secara umum kita dapat mencegahnya dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh, baik itu olahraga, diet, ataupun mengkonsumsi vitamin dan makanan yang mengandung antioksidan.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons