Thursday, November 14, 2013

Berpikirlah Kembali Bila Ingin Anal Seks


Seks anal atau yang biasa disebut dengan seks lewat “belakang” biasa dilakukan oleh kaum homoseksual, namun sekarang ini salah satu variasi berhubungan badan tersebut ternyata mulai digemari juga oleh heteroseksual. Bahkan kabarnya wanita lebih mudah mendapatkan orgasme lewat seks anal ini.

Namun apakah seks anal aman dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan?

Secara fungsi, dubur bukan untuk berhubungan badan. Anus tidak memiliki pelumas sebanyak vagina sehingga sangat rentan terhadap luka.

Penetrasi dalam bentuk apa pun bisa menekan jaringan di anus dan membuka jalan bagi bakteri serta virus untuk masuk ke pembuluh darah. Jika seks anal ini dilakukan terus-menerus, akan membawa luka. Luka tersebut berpotensi menjadi kanker.

Fungsi anus adalah untuk saluran pembuangan. Anus dikelilingi oleh otot yang berbentuk cincin (anal sphincter). Otot ini akan mengencang setelah buang air besar. Seks anal yang berulang-ulang akan membuat otot ini menjadi lemah sehingga tidak bisa menahan kotoran dengan baik sebelum sempat ke toilet.

Karena sebagai saluran pembuangan, tentu saja anus penuh dengan bakteri. Berhubungan seks anal beresiko tertular penyakit hepatitis, herpes, HPV, dan penyakit infeksi lainnya.

Pendarahan setelah melakukan seks anal sangat mungkin terjadi. Selain menyebabkan wasir, bisa pula membuat dinding anus bolong.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa resiko terkena HIV karena seks anal lebih besar 30 kali daripada penetrasi lewat vagina.

Karena itu, berpikirlah kembali bila Anda berkeinginan mencoba seks anal dengan pasangan. Jangan sampai kenikmatan yang sesaat justru akan membawa dampak buruk bagi Anda dan pasangan nantinya.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons