Thursday, November 28, 2013

Apa Itu Emboli?

Kasus dr Ayu yang divonis 10 bulan penjara oleh MA karena dianggap lalai hingga menyebabkan kematian pasiennya di Rumah Sakit Prof RF Kandou, Malalayang, Manado, semakin membuat heboh hingga marak terjadi demo para dokter di beberapa kota besar di Indonesia. Menurut keterangan ahli, penyebab kematian korban karena terjadinya emboli. Apa itu emboli?

Emboli adalah penyumbatan pembuluh darah yang dapat menghasilkan kondisi yang sangat fatal. Penyumbatan pembuluh darah bisa disebabkan oleh air ketuban, udara, lemak, trombus (darah beku), rambut bayi, bahkan feses bayi serta komponen lain.

Emboli tidak memberi kesempatan pasien hidup lebih lama. Peluang hidup korban emboli sangat kecil, tidak sampai 10 persen. Korban yang selamatpun hampir 70 persen mengalami gangguan saraf. Namun sayangnya, emboli bukan gangguan yang bisa diprediksi atau dicegah.

Kejadian emboli sepenuhnya merupakan kehendak alam. Namun ada beberapa faktor resiko yang menimbulkan peluang terjadinya emboli. Faktor resiko tersebut adalah kelahiran caesar, persalinan dengan instrument atau induksi, pendarahan, gawat janin, serta usia ibu yang sudah tua. Faktor resiko didasarkan riset yang menyatakan kejadian emboli lebih sering terjadi pada persalinan tersebut. Namun bukan berarti ibu yang menjalani persalinan normal berpeluang lebih kecil mengalami emboli.

Meski begitu, kasus emboli jumlahnya sangat sedikit, prevelensinya 1 dalam 8-80 ribu persalinan.

Berdasarkan riset, gejala yang paling banyak timbul akibat adanya emboli adalah hilangnya kesadaran ibu atau kejang. Gejala ini terjadi pada 35 persen kasus. Kemudian disusul distress janin dan ibu yang mengalami colaps sebesar 23 persen. Sedangkan 14 persen kasus lainnya ditandai menurunnya tekanan darah, nafas memendek, dan bradikardi janin. Selain itu masih ada colaps akibat persalinan normal atau caesar, dengan persentasi yang sama.

Bayi dengan ibu mengalami emboli masih bisa bertahan karena jenis hemoglobin (Hb) yang dimiliki bayi berbeda. Bayi memiliki Hb F lebih banyak, dibanding Hb A yang umumnya dimiliki orang dewasa. Hb F mampu mengikat oksigen lebih lama dibanding Hb A. Dengan kondisi ini bayi mampu bertahan hingga 18 jam kemudian, walau ibu tak lagi bernafas.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons