Tuesday, October 1, 2013

Ciri-Ciri Anak Aktif dan Hiperaktif

Apakah anak Anda terlihat “tidak mau diam”, selalu bergerak, suka mengikuti aktifitas orang dewasa, dan sepertinya tidak pernah mengenal capek?

Mungkin akan muncul di benak Anda bahwa anak Anda termasuk ke dalam anak yang hiperaktif. Namun benarkah demikian?

Anak berusia balita secara alami terjadi pertumbuhan yang pesat pada kematangan syaraf dan motoriknya. Rasa ingin tahunya cukup tinggi dan selalu ingin mencoba reaksi dari setiap gerakannya. Di usia inilah peran orang tua sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Bukan memarahi atau menakuti anak untuk menghentikan aktifitasnya karena justru akan menciptakan perilaku melawan atau sebaliknya anak menjadi penakut dan akhirnya tidak mandiri, tapi bukan juga membiarkan anak untuk melakukan apa saja tanpa batasan.

Memang secara sekilas tidak nampak perbedaan antara anak yang aktif dan hiperaktif. Namun terdapat perbedaan yang mendasar antara keduanya. Berikut ciri-ciri yang membedakannya.

Ciri-Ciri Anak Aktif 
  • Masih bisa diberitahu dan mau mematuhi dengan baik. Asalkan orangtua memberikan alasan dan dengan cara yang tidak memojokkan atau berkesan memarahinya. 
  • Mampu memfokuskan perhatian dengan baik. Ketika bermain puzzle, mewarnai, atau menyusun balok, anak aktif cenderung akan menyelesaikan permainan dengan perhatian penuh. 
  • Lebih kreatif menciptakan permainan baru yang kadang tak pernah kita duga. Contohnya ia bisa membuat bayangan tangan menyerupai burung atau bebek di dinding. 
  • Memiliki kesabaran lebih baik saat diminta untuk menyelesaikan puzzle atau menunggu. 
  • Memiliki intelegensi yang tinggi. Biasanya anak aktif cenderung cerdas dan lebih mandiri. 
  • Sadar bila lelah. Anak aktif akan beristirahat dan menghentikan aktifitasnya bila lelah. 

Ciri-Ciri Anak Hiperaktif 
  • Melawan. Anak hiperaktif sulit untuk diberitahu dan akan terus melakukan aktifitas sesuka hatinya. Biasanya ia akan berontak dan melawan. 
  • Tidak fokus, Anak hiperaktif biasanya tidak bisa bertahan untuk sebuah permainan lebih dari 5 menit. 
  • Anak hiperaktif cenderung merusak. Dalam permainan, ia akan lebih suka membongkar mainan dan memainkannya dengan caranya sendiri. 
  • Tidak sabar dan cenderung agresif Anak hiperaktif tidak mau menunggu dan sering merebut benda yang dipegang temannya. Ia juga cenderung agresif terhadap teman bermainnya. 
  • Intelegensi rendah. Anak hiperaktif kurang kreatif karena kecerdasannya cenderung dibawah anak-anak normal. 
  • Anak hiperaktif tidak pernah lelah dan semua aktifitasnya lebih banyak tanpa tujuan jelas.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons