Saturday, August 24, 2013

OCD, Diet ala Deddy Corbuzier

OCD tiba-tiba menjadi kata yang paling di cari di Google Indonesia saat ini. Apa itu OCD?

OCD di sini bukanlah Obsessive Compulsive Disorder atau gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan kecemasan atau ketakutan yang berlebihan. OCD yang dimaksud adalah Obessive Corbuzier’s Diet atau diet ala Deddy Corbuzier.

Menurut Deddy Corbuzier, OCD ini sebenarnya bukan ciptaannya sendiri melainkan merupakan metode kuno dari Tiongkok untuk menjaga kebugaran tubuh yang dilakukan oleh para biksu Shaolin.

"This is an ancient Chinese secret that people forget and don't care…" tulis Deddy di dalam situsnya, readyforfit.com.

OCD terinspirasi dari seorang supir yang pernah Dedy temui sekitar 5 tahun lalu, di Hong Kong. Kala itu, kedatangan Deddy ke sana untuk mengambil sertifikat instruktur bela diri, dan menghabiskan hampir satu minggu dengan mobil sewaan dengan supirnya itu. Yang membuat Deddy kaget, supir itu sudah berusia 72 tahun, dengan wajah dan perawakan seperti 40 tahunan. Belakangan baru Dedy tahu bahwa sopir tersebut adalah mantan biarawan Shaolin dari Cina.


OCD menerapkan pola diet yang berlainan dengan pola diet pada umumnya, yaitu dengan meniadakan sarapan setiap harinya. Selain itu, diet OCD memiliki pola puasa yang cukup unik, yaitu membatasi jam makan dengan puasa selama 16 jam, 18 jam, 20 jam, dan 24 jam namun tetap boleh minum selama kalori yang terkandung di dalam minuman tersebut adalah 0.


Misalnya, bila Anda memilih puasa selama 16 jam (disarankan pada pemula), maka jam makan Anda hanya 8 jam saja dalam sehari. Jika Anda tetapkan memulai makan pada pukul 12.00 siang, maka Anda sudah tidak boleh makan lagi sejak pukul 20.00 hingga pukul 12.00 keesokan harinya.

Begitu pula dengan pola diet 18 jam, 20 jam, dan 24 jam.

Khusus untuk pola diet 24 jam. Anda hanya diperbolehkan makan 1 kali dalam sehari, setelah itu Anda harus menahan keinginan makan selama 24 jam hingga keesokan harinya. Demikian terus selanjutnya.

Dalam cara diet OCD tidak membatasi banyaknya dan jenis makanan apa saja yang Anda konsumsi, namun tidak berarti Anda harus rakus.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons