Sunday, August 25, 2013

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah jenis gangguan dimana seseorang memiliki pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal (obsesi) yang menuntunnya untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang (kompulsi) untuk menurunkan kecemasannya.

Penyebab 
Penyebab OCD belum diketahui secara pasti namun beberapa faktor di bawah ini dinilai berpengaruh dalam memicu OCD.
  1. Keturunan. Mereka yang mempunyai anggota keluarga yang mempunyai sejarah penyakit ini kemungkinan beresiko mengalami OCD. 
  2. Kepribadian. Mereka yang mempunyai kepribadian obsesif lebih cenderung mendapat gangguan OCD. 
  3. Depresi. Beberapa gejala penderita OCD seringkali juga menunjukkan gejala yang mirip dengan depresi. 
  4. Organik. Masalah organik, seperti masalah neurologi di bagian - bagian tertentu otak juga merupakan salah satu faktor bagi OCD. Kelainan saraf seperti yang disebabkan oleh meningitis dan ensefalitis juga adalah salah satu penyebab OCD. 
  5. Konflik. Mereka yang mengalami gangguan ini biasanya menghadapi konflik jiwa yang berasal dari masalah hidup. Contohnya hubungan antara suami-istri, di tempat kerja, atau masalah keyakinan diri. 

Gejala 
  • Mencuci tangan berulang-ulang. 
  • Memeriksa pintu berulang-ulang untuk memastikan bahwa pintu sudah dikunci. 
  • Menghitung atau membuat pernyataan berulang. 
  • Mengkoleksi atau menimbun barang. 
  • Takut melakukan kesalahan. 
  • Bingung atau keraguan yang berlebihan. 

Perawatan 
OCD sulit untuk disembuhkan dan mungkin belum ditemukan obat penawarnya. Penderita membutuhkan perawatan untuk membantu mengendalikan gejala. Dua perawatan utama untuk OCD antara lain psikoterapi (cognitive behavioural therapy) dan obat (Selective serotonin reuptake inhibitors, Tricyclics, atau Monoamine oxidase inhibitors)

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons