Tuesday, March 26, 2013

Tanda-Tanda Serangan Jantung dan Cara Menanganinya


Serangan Jantung beberapa hari ini menjadi isu utama di berbagai media cetak, elektronik, maupun internet. Hal ini terkait dengan berita meninggalnya presenter olahraga terkenal, Ricky Johannes atau yang akrab dipanggil Ricky Jo, beberapa hari lalu karena serangan jantung.

Serangan jantung adalah salah satu pembunuh terbesar di dunia. Dari data World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pada 2005, korban jiwa akibat serangan jantung sudah mencapai 17,1 juta pasien. Di negara-negara berkembang, serangan jantung menduduki peringkat ketiga setelah AIDS sebagai penyebab kematian.

Di negara maju seperti Amerika Serikat, serangan jantung bahkan lebih mematikan daripada kanker. Lebih dari 13 juta jiwa meninggal karena serangan jantung. Jika diperhitungkan, tiap tahun di negara ini lebih dari satu juta orang mengalami serangan jantung. Fakta mengejutkan lainnya adalah setiap 20 detik terjadi satu kasus serangan jantung di negara adidaya tersebut.

Serangan Jantung merupakan keadaan dimana penyaluran darah yang kaya akan oksigen menuju jantung tersumbat atau terhenti. Karena kurangnya oksigen dalam jantung menyebabkan sel-sel jantung menjadi rusak dan otot jantung mati. Hal inilah yang dapat memicu kematian.

Lalu apa sajakah tanda-tanda dari serangan jantung?

Tanda-Tanda Serangan Jantung 
  • Mudah lelah 
  • Tidak tenang 
  • Rasa cemas 
  • Sesak nafas 
  • Kulit pucat 
  • Pergelangan kaki bengkak 
  • Berkeringat dingin 
  • Mual, dan kadang muntah 
  • Nyeri yang parah, berat, dan menekan seperti angina tapi lebih buruk, di bagian tengah dada, menjalar ke atas hingga leher dan gigi, dan menuju lengan, khususnya lengan kiri, kadang pada siku. 

Lantas apa yang harus dilakukan bila mengalami serangan jantung atau melihat teman lain sedang mengalami serangan jantung?

Seseorang ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal serta merasa hampir pingsan, ia hanya mempunyai waktu 10 detik untuk selamat dari maut. Setelah itu akan kehilangan kesadaran dan pingsan.

Jika di sekitarnya tidak ada orang lain yang dapat memberikan pertolongan pertama, penderita harus memanfaatkan 10 detik yang singkat ‎ini untuk berusaha menolong dirinya sendiri. Apa yang harus dilakukan?
  1. Jangan panik. 
  2. Berusaha batuk terus sekuat tenaga. 
  3. Setiap kali sebelum batuk, tarik nafas sedalam-dalamnya, lantas batuk sekuat tenaga, seperti hendak mengeluarkan dahak yang berada di dalam dada. 
  4. Setiap selang 2 detik, tariklah nafas dan batuk lagi, hingga pertolongan tiba. 
  5. Bila merasa denyut jantung ‎sudah normal, beristirahatlah dulu. 
  6. Telepon nomor darurat untuk meminta pertolongan. 
  7. Mengunyah aspirin asal tidak mengalami alergi. Aspirin akan menghambat penggumpalan darah dan membantu darah tetap mengalir ke arteri. Mengunyah aspirin selama serangan jantung bisa menurunkan resiko kematian hingga 25 persen. 
Tujuan tarik nafas adalah untuk memasukkan oksigen ke dalam paru-paru, sedangkan batuk sekuat tenaga bertujuan untuk menekan jantung agar aliran darah bersikulasi.

Bila teman atau anggota keluarga Anda sedang mengalami serangan jantung, lakukan beberapa langkah pertolongan pertama di bawah ini:
  1. Tenangkan penderita dan diri Anda sendiri. Jangan panik. 
  2. Jangan tinggalkan penderita sendirian. 
  3. Minta penderita beristiahat, menghentikan semua kegiatannya, dan berbaring pada posisi setengah duduk. 
  4. Pastikan jalan napas penderita terbuka dengan baik. Berikan suplai oksigen menggunakan tabung oksigen, bila ada. 
  5. Kendurkan semua pakaian yang mengikat pada tubuh penderita. 
  6. Jangan beri makan atau minum. 
  7. Bila penderita tidak sadarkan diri, segera berikan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Tindakan ini berupa pemberian napas buatan dan pijat jantung luar. 
  8. Bawa penderita segera ke Rumah Sakit terdekat.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons