Monday, March 25, 2013

Mitos-Mitos dalam Olahraga


Olahraga kini sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup bagi masyarakat dunia. Mereka yang berolahraga mempunyai motivasi yang beragam. Mulai dari yang ingin agar tubuhnya tetap sehat, hingga ingin membentuk tubuhnya menjadi lebih indah.

Namun sekarang ini banyak muncul mitos dan anggapan-anggapan salah dalam olahraga yang mungkin dapat menghambat kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal, padahal mitos-mitos tersebut belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Mitos-mitos tersebut adalah:

Lemak makin banyak terbakar bila makin banyak keluar keringat 
Keringat diproduksi oleh kelenjar keringat dibawah kulit yang berfungsi menjaga suhu tubuh dan bukan menjadi patokan berapa banyak lemak yang terbakar. Bila Anda berolahraga di tempat bersuhu dingin dan tidak berkeringat, apakah itu berarti tubuh Anda tidak membakar lemak? Bila keringat menjadi ukuran berapa banyak lemak yang terbakar, lebih baik Anda tidak perlu susah-susah berolahraga, cukup dengan berjemur di bawah matahari sehingga mengeluarkan keringat. Sekali lagi, banyaknya keringat yag keluar tidak dapat menjadi ukuran berapa banyak lemak yang dibakar.

Sit-Up dapat melangsingkan perut buncit 
Sit-up berfungsi untuk melatih otot-otot perut, bukan untuk membakar lemak di perut. Otot dan lemak adalah dua hal yang berbeda. Meskipun Anda telah melakukan sit-up ratusan kali, tidak akan membakar lemak di perut Anda. Lebih baik lakukan diet tinggi protein dan rendah kalori serta diimbangi kombinasi latihan beban dan kardio untuk membantu membakar lemak di perut Anda.

Latihan kardio lebih dulu, baru latihan beban 
Banyak yang beranggapan latihan kardio 30-45 menit lebih dulu, baru melakukan latihan beban agar lemak bisa dibakar kemudian baru membentuk otot. Kira-kira seperti itulah pemikiran orang yang ingin menurunkan berat badan. Padahal bukan itu sebenarnya yang terjadi. Latihan kardio 30-45 menit hanya membakar gula darah, sedangkan latihan beban setelah kardio membutuhkan gula darah. Jika ini yang Anda lakukan maka bisa jadi Anda akan merasa lemas dan kurang tenaga saat latihan beban. Alhasil, tubuh akan mengambil energi dari protein untuk menggantikan gula darah yang habis saat kardio di awal latihan, dan protein tersebut akan diambil dari otot Anda.

Latihan beban hanya untuk membesarkan otot 
Banyak yang beranggapan latihan beban hanya untuk membentuk otot, tidak bisa menurunkan berat badan, sehingga mereka cenderung hanya berlatih kardio saja dan meninggalkan latihan beban. Pada dasarnya, pembakaran lemak terjadi di dalam sel-sel otot. Jika Anda memiliki otot yang terlatih dengan baik, maka semakin besar peluang Anda untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan. Sebaiknya kombinasikan latihan beban dengan latihan kardio untuk pembakaran lemak lebih optimal. Latihan beban membutuhkan energi yang disebut dengan ATP (Adenosine triphosphate) yang akan habis dan diproduksi lagi saat istirahat. Proses pembentukan ATP ini menggunakan lemak sebagai bahan bakarnya. Itulah mengapa latihan beban tidak boleh Anda tinggalkan jika ingin menurunkan berat badan.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons