Sunday, February 10, 2013

Penyakit Saat Banjir

Ketika memasuki musim penghujan, ada masalah klasik yang sering muncul di beberapa kota di Indonesia, yaitu banjir. Tidak terkecuali di Ibukota Jakarta.

Banjir tidak hanya membawa masalah kerepotan harus menyelamatkan barang-barang dan membersihkan rumah pasca banjir, namun penyakit juga makin mudah menyebar.

Berikut beberapa penyakit yang harus diwaspadai saat banjir:

1. Leptospirosis 
Leptospirosis termasuk jenis penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan melalui hewan. Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira. Di Indonesia penyakit ini paling banyak disebabkan oleh tikus. Pada saat banjir, bakteri yang terdapat pada kotoran dan kencing tikus akan bercampur dengan air banjir dan akan masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka. Sebaiknya hindari tempat-tempat kotor saat banjir dan gunakan penutup bila ada luka di tubuh Anda.

2. Diare 
Diare adalah salah satu penyakit yang selalu muncul bersamaan dengan datangnya banjir. Diare sangat erat hubungan dengan kebersihan secara pribadi. Saat banjir, banyak sekali sumber air dan peralatan masak yang tercemar bakteri. Sebaiknya biasakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan atau minum, dan masaklah lebih dulu air minum Anda hingga mendidih.

3. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) 
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus, dan mikroba lainnya. Gejala yang muncul biasanya berupa batuk, demam, sesak nafas, dan nyeri dada. Hindari meludah di tempat sembarangan dan menutup mulut saat batuk untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

4. Penyakit Kulit 
Masalah utama saat banjir adalah kebersihan yang tidak terjaga dengan baik. Berkumpulnya banyak orang misalnya di tempat pengungsian korban banjir, berperan dalam penularan infeksi kulit.

5. Demam Berdarah 
Pasca banjir biasanya akan meninggalkan genangan-genangan air pada ban-ban bekas, kaleng bekas, atau tempat-tempat lainnya. Genangan air ini menjadi “rumah” yang nyaman bagi nyamuk aedes aegypti, penyebab demam berdarah, untuk berkembang biak. Sebaiknya lakukan langkah-langkah pencegahan 3M seperti yang disarankan dinas kesehatan, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons